Sains Untuk Balita,Tenggelam/Terapung?

12:19 PM 0

Kali ini saya akan mengajak my little scientist untuk bermain sains menggunakan jeruk. Ini experimen sederhana alat dan bahannya mudah ditemukan di rumah. Anak- anak akan senang belajar tentang tenggelam dan melayang yang mereka explore sendiri.

Alat & bahan:
- Gelas
- Jeruk
- Air

Berawal dari practical life mengupas kulit jeruk, bunda bantu mengupas bagian atasnya dan Yaqdzan melanjutkan, merupakan pengalaman pertamanya. Lalu tuang air pada gelas kaca hingga 3/4 bagian, skill menuang air juga bagian dari practical life. Melatih otot-otot tangan, koordinasi tangan dan mata agar air tidak tumpah.

Saya meminta Yaqdzan untuk memasukkan jeruk tanpa kulit kedalam gelas kaca, tadaaaa...
"Lihat, jeruknya..Terapung ya?". Observasi kami setelah 15 menit jeruk masih terapung. Sambil menunggu reaksi selanjutnya, Yaqdzan bermain kulit jeruk dan dimasukkan ke dalam gelas berisi air. Experimen sendiri, ide sendiri hehe..

Masih penasaran 30 menit berlalu terlihat jeruk mulai tenggelam posisi ditengah- tengah gelas. Woow 15 menit kemudian tenggelam. Jadi sekitar 45 menit kami menunggu reaksi jeruk tanpa kulit untuk sampai tenggelam.

Experimen selanjutnya memasukkan jeruk utuh dengan kulitnya (tanpa dikupas) ke dalam gelas kaca. Hasilnya, jeruk terapung loh. Yaqdzan 3 tahun 4 bulan baru mengenal benda- benda yang terlihat terapung dan tenggelam, belum mengenal sebab akibat.

"Kenapa jeruk yang tanpa kulit bisa tenggelam? Karena air masuk kedalam jeruk dan ditarik oleh air kebawah jadi tenggelam deh"
*semoga penjelasan emak ga meleset :D

Dari percobaan di atas, jeruk  yang masih ada kulitnya akan mengapung, sedangkan yang sudah dikupas akan tenggelam. Mengapa bisa begitu? Bukankah jika dikupas kulitnya berarti jeruknya akan lebih ringan?

Jeruk yang dimasukkan ke dalam air akan mengapung karena dalam kulitnya terdapat pori-pori yang terdapat rongga udara sehingga jeruk mengapung.

Bagaimana jika jeruk dimasukkan ke dalam air tanpa kulitnya? Jeruk akan tenggelam.  Mengapa? Karena kandungan air dalam jeruk yang manis memiliki massa jenis yang lebih tinggi sehingga jeruk tenggelam.

8 Aktivitas Prewriting

8:37 PM 0

*Tulisan saya kali ini merupakan rangkuman beberapa artikel mengenai prewriting di internet

Anak belajar melalui bermain, observasi dan explore melalui tangan. Dalam rangka menyiapkan kemampuan anak menulis kelak, anak usia dini perlu mengembangkan keterampilan tangannya. Ini artinya anak harus punya kekuatan untuk memegang dan mengontrol benda2 kecil yang dipegang. Oleh karena itu  otot2 lengan dan tubuh bagian atas harus dilatih untuk mengontrol disaat menulis kelak.

Aktivitas seperti painting, coloring, salah satu kegiatan yang membutuhkan otot tangan dan koordinasi tangan & mata. Selain itu aktivitas outdoor dan aktivitas motorik kasar juga penting untuk mengembangkan aktivitas motorik halus yang dibutuhkan untuk menulis.

Aktivitas vertikal room misalnya untuk menggambar, menempelkan memory game, menempelkan benda2 kunci, magnet angka dll. Aktivitas explorasi yang menggerakkan tangan secara vertikal, bekal untuk menulis nanti

Memberikan kesempatan anak untuk explore playdough berguna untuk mengembangkan jari2, kekuatan tangan dan belajar mengontrol. Saat menekan, membentuk, memutar dan memotong playdoh membuat huruf hijaiyyah, angka, hewan dll

Beberapa aktivitas kami dirumah:

- Bermain play dough
Mengexplore playdough berguna untuk melatih otot-otot tangan, membulatkan, memipihkan, memutar, menekan membutuhkan kekuatan jari- jari

- Aktivitas lacing
Kami membuatnya dari kardus bekas dan tali sepatu

- Bermain garam warna
Saya mencontohkan huruf alif di kertas dan Yaqdzan menulis pada garam warna. Huruf alif yang hanya lurus bisa dikerjakan Yaqdzan. Huruf ba, saya mengajak Yaqdzan untuk menelusuri huruf ba pada kertas lalu mempraktekkan pada garam warna. Ditulis dengan posisi terbalik dari atas ke bawah dengan hasil yang sama hehe..

- Aktivitas menggunting
Untuk pemula bisa dengan menggunting playdough yang lebih lembut, dan perlu pendampingan orang tua ya

- Bermain jepit kayu
Membutuhkan kekuatan jari-jari untuk membuka dan menjepit, dan jepit kayu lebih keras dibandingkan plastik. Bagi Yaqdzan 10 jepit kayu 5 yang berhasil

- menggambar
Untuk memegang pensil saya mengikuti kemampuan Yaqdzan, diusianya yang 3 tahun saya melihat genggaman pensilnya sudah benar dan Yaqdzan senang sekali mencoret-coret menuangkan imajinasinya melalui menggambar. Pegangan pensilnya sudah luwes :)

- Monster sukun
Memasukkan sukun ke dalam mulut monster menggunakan 3 jari merupakan tahap awal untuk skill menulis kelak

- Transfer basah
Memindahkan air menggunakan spons dari kiri ke kanan merupakan bekal untuk menulis ayat-ayat Al Qur'an, hadist dan transfer air dari kanan ke kiri bekal untuk menulis tulisan latin

Happy Playing ^^

Kulwab Kurikulum Anak Usia Dini

9:34 AM 0

📡 Room: Parenting~Ibu Tangguh
Narasumber: Ustadzah Yanti Tanjung
Tema: Basis Aqidah Dalam Kurikulum Anak Usia Dini
22 Februari 2016
======================
📮 PROLOG:
Kerr, J.F (1968) Kurikulum adalah semua pembelajaran yang dirancang dan dilaksanakan secara individu ataupun berkelompok, baik disekolah maupun diluar sekolah.

Menurut UU No. 20 Tahun 2003, pengertian kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pembelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan nasional.

🌺 Jadi terkait dengan kurikulum Anak Usia Dini berarti seperangkat rencana yang menuntun orang tua dan anak tentang tujuan, isi dan bahan pelajaran serta metode pembelajaran berikut sarana dan media pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan bagi Anak usia Dini.

🌺 Ini artinya setiap kurikulum harus memiliki basis tergantung tujuan pendidikan yang akan diraih. Bila tujuan pendidikan Islam adalah membentuk kepribadian islam anak maka kurikulum wajib berbasiskan aqidah, sehingga semua konten, metode dan strategi dan sarana pembelajaran dihimpun dalam rangka mewujudkan kepribadian islam tersebut.

📚 Kurikulum secara umum terkait empat hal (merujuk konsep kurikulum islam buku Manhaj)
1. Kurikulum Dasar
2. Kurikulum Inti
3. Kurikulum Penunjang
4. Ekskul/kemahiran

📈 Kurikulum Dasar akan mencapai Kompetensi Dasar, terdiri dari kalimah thoyyibah/tahfidz, tahsin dan bahasa (Arab dan Indonesia). Kalimah Thoyyibah dan Tahfidz dimasukkan dalam kompetensi dasar karena akan menstimulus fungsi dengar, mengoptimalkan pendengaran anak agar peka terhadap suara khususnya suara adzan, panggilan orang tua dan kebaikan-kebaikan lainnya.

📈 Kurikulum Inti akan mewujudkan kompetensi inti berupa tsaqofah dasar (aqidah, Al-Quran, Hadist, Fiqh, Adab, Siroh Nabi SAW, dan Tarikh. Ini bekal bagi anak untuk taat syariah dan untuk menyebarkannya.

📈 Kurikulum penunjang hanya sebagai penunjang dua kompetensi di atas, terdiri dari Sains (alam, manusia dan kehidupan), Math, geografi dan teknologi.

📈 Kemahiran untuk mengembangkan motorik kasar dan halus, seperti riyadhoh berenang, berkuda, memanah, komputer dan seni seperti kaligrafi dan hasta karya.

🔐 Semua kurikulum terintegral dengan aqidah islam. Jadi aqidah Islam ada di semua bidang studi, dalam point tertentu diberikan materi khusus. Wallahu a'lam bishshowab

Hidup Di Palembang

4:15 PM 0


Pertama kalinya menginjakkan kaki dibumi sriwijaya jadi wong kito galo awal April 2015 lalu dalam rangka ikut suami yang bertugas di site office. Alhamdulillah akhirnya usai sudah urusan packing-packing dan memilah-milah barang-barang yang akan dipindahkan ke sumatera *huaaa

Walau hijrahnya hanya untuk 1-2 tahun kami *saya yang bawel bin rempong memboyong barang-barang yang diperlukan di Palembang nanti. Mulai dari pakaian, peralatan dapur, alat tempur menggosok, semua buku bocah, alat tempur homeschoolingnya dll total pengiriman barang 6 kardus besar *fiuuh dengan asumsi lebih hemat karena biaya pengiriman barang dalam jumlah besar yang cukup murah.

Pertama kali datang kami tinggal semacam penginapan yang 1 rumah ada beberapa kamar fasilitas lengkap + AC share dengan keluarga teman suami dan jatohnya mahal *emang kemahalan fiuuh...1 bulan disini kami pindah kontrakan yang jaraknya tidak begitu jauh dari lokasi pekerjaan suami, Alhamdulillah rumahnya cukup nyaman, bersih walau mungil dan sudah include kasur,lemari 3 pintu, lemari TV, kipas, ember, pelan sampai sikat Wc :D

Awal adaptasi agak bingung dengan kota Palembang ini, sepi dan gelap beda banget sama jakarta dilorong sempitpun masih ada penerangan hehe..adaptasi bahasa melayu saat berkenalan dengan ibu-ibu grup sinipun beda auranya *halah meskipun saya faham dengan bahasa sini. Beberapa bulan disini makin nyaman, mulai faham situasi, dan akhirnya jatuh cinta dengan kota ini *setelah bandung teteeeup :D

Lanjut..
Biaya hidup disini masih dibawah jakarta khususnya bahan makanan pokok dan jajanan diluar. Untuk membuat sop ayam misalnya wortel 3, seledri 2 tangkai, ayam 1 potong boleh hehe..hanya dibawah 10ribu, cabe beli 2.000 boleh, ikan beli 2 ekorpun boleh. Maklum emak-emak perjalanan rutin rumah - warung sayur :p

Karena Palembang punya sungai musi yang terbesar dan terpanjang se sumatera selatan, kota inipun banjir penghasil ikan. Hampir semua pasar dan warung didominasi oleh ikan yang masih seger-seger. Jadi selama disini seringnya masak ikan deh mulai dari bikin ikan balado dan nyobain pindang untuk pertama kalinya.

Lanjut..
Kalau inget Palembang pasti selalu ingat pempek makanan khas daerahnya. Disini pempek sudah jadi tradisi untuk sarapan, makanan siang dan malam bagi masyarakat. Kebayang kan, dari pagi - malam pempek selalu ready stock dimana-mana. Mulai dari pempek terkenal sampai rumahan yang rasanya bikin nagih. Untuk pempek yang terkenal kami pernah berkunjung ke pempek vico yang cukanya pas banget ga terlalu pedas plus ada es kacang yang seger banget, cetasya harga dibawah vico & candy,candy pun enak tapi saya lebih suka vico atau kalau mau untuk oleh-oleh dikirim keluar kotapun mereka menyediakan jasa kurir.

Mie celor 26
Suami yang lebih dulu 1 bulan di Palembang sudah hunting kuliner, diawal kedatangan saya diajak kuliner mie celor. Rasanya khas banget, konon katanya ini mie celor terkenal hanya 16.000/porsi *kenyaang. Cabangnya ada dibeberapa tempat, dan yang kami kunjungi mie celor yang lokasinya sebelahan dengan pasar *lupa alamatnya hehe..

Durian
Awal tahun 2016 ini lagi banjir2nya durian disini, pusatnya ada di pasar kuto. Disana para penjual sudah menyediakan tempat untuk makan ditempat. Tinggal santap ditempat, harga 50.000/3 durian kalau ga manis bisa ditukar. Tapi jangan dimakan setengahnya baru bilang abangnya ya 😅

Pancake durian
Saya yang pencinta durian seneng banget berada dikota ini, rasa duriannya original dan harga lumayan murah. Ga jauh dari Palembang square ada jajanan pinggiran yang menjual pancake ini, harganya 6000/pcs.

Masih banyak kuliner khas palembang lainnya martabak har, tempoyak (durian difermentasikan), pindang, pempek saga, pempek beringin, es kacang, model, tekwan dll

Labuan
Mau kasih review tempat makan tenda yang lokasinya deket dengan PT Pusri, Labuan ini bukan kuliner khas palembang tapi tempat makan yang enak dan menu variatif harga masih lumayan murah. Menunya ada lele, ayam, fuyunghai, ifumie, capcay, nasi goreng dll. Penyajiannya cepat, dilayani dengan ramah dan kalau udah kenal bisa pesen via sms. Salut banget ngeliat 10 lebih karyawan labuan ini, ada yg spesialis goreng lele, ada yang bikin capcay, tukang bungkus, menyajikan. Waah pokonya rasanya enaak, kenyang porsi besar malah, murah, pokonya puas deh. Semoga suatu saat punya bisnis kuliner Aamiiin ^^

Buat kamu yang pencinta makanan khas Jawa disini ada Rumah Makan Semarang yang super lengkap dan super muraaah. Ini sangat rame dikunjungi apalagi ramadhan saat berbuka puasa harus ngantri lebih awal.

*tulisannya random banget & kebanyakan bahas kuliner heuheu..

Suatu saat nanti pasti Palembang ini akan ngangenin, semoga dimanapun berada selalu dalam penjagaanNya & selalu dalam kebaikan..aamiiin

Palembang, 18 Februari 2016

Rumah Laba - Laba (Al Ankabut)

9:14 AM 0


Kalau saya punya aktivitas diluar yang biasanya paling lama setengah hari, biasanya bawa alat tempur & mainan untuk si bocah. Bikin permainan yang simple, yang ga berantakan, mudah dibawa dan ga kotor2an pastinya.

Kali ini nongkrong dari bada zuhur-magrib, walau agendanya bada' asar saya sengaja mengajak Yaqdzan untuk bermain diluar, bersosialisasi diluar. Bocahnya lari-larian, emaknya me time (*kibas kerudung :D).Dan nyiapin sesuatu untuk menstimulasi motorik halusnya, yaitu membuat rumah laba-laba yang terinspirasi dari para homeschooler preschool di instagram dan sedikit googling materi mengenai laba-laba. Dan baru nyadar kalau si laba-laba kakinya 8 dan beberapa laba-laba yang saya buat ada yang berkaki 6 jadi kurang 2 deh 🙈. Jadi teringat teori parenting dalam memilihkan buku atau gambar untuk anak untuk jumlah anggota tubuh misalnya seharusnya sesuai dengan aslinya karena inilah yang akan dipelajari anak.

Alat dan bahannya sangat simple dari kertas karton dan benang wol. Ujungnya dikaitkan kawat bulu agar mudah dimasukkan kedalam lubang. Project rumah laba-laba ini membentuk jaring depan-belakang yang dikerjain bocah hehe

B: Coba hitung laba-labanya ada berapa?
Y: 1,2,3,4,5,1
B: 5 +1 jadinya enaaam

Hehe begitulah cara Yaqdzan berhitung, baru lancar 1-5 dan baru faham konsep belum mengenal simbol.

Laba-laba si pembuat jaring-jaring juga Allah ceritakan dalam Al Qur'an, Qs Al ankabut yang artinya laba-laba. Sedikit memperkenalkan kepada balita bahwa laba-laba si kaki 8 ini termasuk hewan yang Allah sebut-sebut dalam Al Quran.

"Dulu kita pernah bikin mainan yang rasul dan para sahabat ngumpet di gua lalu ditolong oleh jaring laba-laba, masih ingat ga?" Tanya saya pada Yaqdzan.

Sekitar 8 bulanan lalu kami pernah membuat project sederhana memperkenalkan sirah nabawiyah melalui diorama, semoga bisa menghantarkannya pada kebaikan.

Ikutan Outing Dengan Sekolah

11:49 AM 0


Dari 3 hari sebelum outing dari PAUD saya sudah menawarkan pada Yaqdzan "mau ikut ke taman lalu lintas bareng teman-teman?". Dengan muka yang bingung dan belum ada jawaban, saya bilang "iya nanti kita ikutan ya, seru banyak teman, mengenal lalu lintas, ada polisinya juga" dan dijawab iya mau ikut.

Alhamdulillah punya teman kenalan di Palembang yang pada baik-baik, beliau yang punya PAUD/TK menawarkan saya untuk  setiap ada acara outing dari sekolah atau menawarkan Yaqdzan untuk bersekolah disini. Beliau faham sekali kalau saya sedang mempersiapkan bocah untuk masuk basic school waktu usia 4 tahun nanti di negeri kincir angin. Terimakasih ibu atas segala kebaikannya..

Pagi-pagi sebelum berangkat mulailah terjadilah drama heuheu, mau makan dulu, keluar dulu naik motor, ga mau mandi dan banyak alasan ini itu yang bikin waktu mepet dan Yaqdzan bilang kalau ga mau ikut. Yowes saya berfikir ga usah dipaksa, akhirnya lobi demi lobi berhasil juga "aku mau mandi dan mau ikut".

Diantar ayahnya menuju sekolah, nyampe disana dikeramaian mulailah bocah ini ga mood, malu, belum berani sama orang baru, takut ditinggal emak dll. Padahal seingat saya, saya ga pernah ninggalin bocah tanpa seizinnya walau hanya sesekali kami berpisah tapi saya pamit atas izinnya baik-baik.

Perjalanan menuju taman lalu lintas mulai happy, walau ga berbaur dengan temannya duduk dipojokan. Sesi bareng polisi bernyanyi dan beberapa pemaparan pengenalan rambu-rambu lalu lintas kami duduk dipinggir karena Yaqdzan tidak pakai seragam polisi jadi cuma liat-liat aja dari luar dan mukanya belum ceria. Naik kepanggung sebentar bareng anak-anak yang lainpun ga mau, saya ajak berfoto juga wajahnya begitu hehe dan akhirnya perjalanan pulang menuju sekolah yang bocahnya ga mau pulang pengen jalan - jalan lagi #laaah :D

Mulai dari perjalanan menuju lokasi sampai pulangnya ternyata si bocah masih tahap observasi, melihat apa yang terjadi di lingkungan dan baru klik setelah acara usai. Walau belum berbaur dengan teman yang lain, belum berani sendiri setidaknya hari ini kita belajar  bersosialisasi, belajar mengenal satu sama lain, belajar berteman dan bermain. 

Palembang, 15 Februari 2016

Rumah Laba-Laba (Al ankabut)

10:57 AM 0


Kalau saya punya aktivitas diluar yang biasanya paling lama setengah hari, biasanya bawa alat tempur & mainan untuk si bocah. Bikin permainan yang simple, yang ga berantakan, mudah dibawa dan ga kotor2an pastinya.

Kali ini nongkrong dari bada zuhur-magrib, walau agendanya bada' asar saya sengaja mengajak Yaqdzan untuk bermain diluar, bersosialisasi diluar. Bocahnya lari-larian, emaknya me time (*kibas kerudung :D).Dan nyiapin sesuatu untuk menstimulasi motorik halusnya, yaitu membuat rumah laba-laba yang terinspirasi dari para homeschooler preschool di instagram dan sedikit googling materi mengenai laba-laba. Dan baru nyadar kalau si laba-laba kakinya 8 dan beberapa laba-laba yang saya buat ada yang berkaki 6 jadi kurang 2 deh 🙈. Jadi teringat teori parenting dalam memilihkan buku atau gambar untuk anak untuk jumlah anggota tubuh misalnya seharusnya sesuai dengan aslinya karena inilah yang akan dipelajari anak.

Alat dan bahannya sangat simple dari kertas karton dan benang wol. Ujungnya dikaitkan kawat bulu agar mudah dimasukkan kedalam lubang. Project rumah laba-laba ini membentuk jaring depan-belakang yang dikerjain bocah hehe

B: Coba hitung laba-labanya ada berapa?
Y: 1,2,3,4,5,1
B: 5 +1 jadinya enaaam

Hehe begitulah cara Yaqdzan berhitung, baru lancar 1-5 dan baru faham konsep belum mengenal simbol.

Laba-laba si pembuat jaring-jaring juga Allah ceritakan dalam Al Qur'an, Qs Al ankabut yang artinya laba-laba. Sedikit memperkenalkan kepada balita bahwa laba-laba si kaki 8 ini termasuk hewan yang Allah sebut-sebut dalam Al Quran.

"Dulu kita pernah bikin mainan yang rasul dan para sahabat ngumpet di gua lalu ditolong oleh jaring laba-laba, masih ingat ga?" Tanya saya pada Yaqdzan.